Aquila Ministry dan STT LETS Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik bagi Warga Gereja

Jakarta, citynews.id – Sekolah Tinggi Teologia LETS dari Indonesia kembali digandeng oleh lembaga pelayanan gerejawi Aquila Ministry dari Belanda untuk mengadakan pelatihan jurnalistik bagi warga gereja, khususnya yang berada di luar negeri. Peserta kali ini selain dari Indonesia dan Belanda, juga dari Belgia, Jerman dan Kanada.

Aquila Ministry yang dirintis oleh Dr. Alex D. Papay Sarnieum, M.A., MTh., telah berkembang sejak 2010. Menurut Alex D. Papay, awalnya kegiatan Aquila Ministry merupakan kelompok kecil berbasis di negeri penghasil keju terbesar, yaitu Belanda.

Kemudian berkembang menyelenggarakan Holy Land Tour ke Israel dan juga ziarah rohani ke Turki. “Awal 2021 ini kami bekerja sama dengan STT LETS untuk mengembangkan pelayanan di bidang jurnalistik, bukan hanya belajar bagaimana menulis tapi ini merupakan bagian dari pengembangan talenta. Kami disini juga ingin mengetahui cara kerja rekan-rekan media untuk membawa pesan-pesan kemanusiaan dan kebenaran dengan cara yang benar” jelas Alex D. Papay. Masih menurut Alex D. Papay, “Perkembangan pelayanan gereja di era new normal, tidak lepas dari kekuatan media dalam berbagai bentuk platform. Aquila Ministry harus siap menghadapi setiap perubahan untuk penjangkauan jiwa-jiwa sesuai kebutuhan warga gereja dimana saja.”

Pelatihan jurnalistik yang telah berlangsung siang tadi atau sore hari waktu di Indonesia dibuka oleh pimpinan STT LETS Dr. Ir. Rahmat T. Manullang, M.Si., dan sambutan oleh Dr. Alex D. Papay Sarnieum, M.A., MTh. menghadirkan praktisi hukum advokat senior Sugeng Teguh Santoso, S.H. yang memaparkan materi terkait aturan UU ITE yang berlaku di Indonesia. Menurut Roy Agusta yang memandu acara, pilihan kepada Sugeng Teguh Santoso karena beliau pernah menjadi kuasa hukum musisi Jerinx (Superman is Dead) yang tersandung kasus pencemaran nama baik melalui media sosial.”Dan pastinya nama STS sangat lekat dengan julukan pembela kaum marjinal.”

Dr. Ir. Rahmat T. Manullang, M.Si. dalam sambutannya turut mengapresiasi pelatihan jurnalistik ini, bagaimana menyampaikan pesan yang benar saat situasi yang mungkin tidak menyenangkan. “Di tengah konspirasi politik, globalism, dan banyaknya hoax yang tidak terkendali semakin kincang. Kita yang masih lurus dalam pemikiran dapat memberi dampak bagi bangsa dan memberikan solusidan bukan memanasi atau mengacaukan.”

Rahmat Manullang berharap disinilah tempatnya untuk saling diskusi dan belajar jurnalistik agar ada keberimbangan, “Kalau perlu bisa menjadi referensi bagi masyarakat  dan bangsa. Inilah tugas kita sebagai warga negara untuk dapat berperan menyeimbangkan.”

Pelatihan jurnalistik dengan label Aquila International Journalistic Training ini menghadirkan narasumber Emanuel Dapa Loka (tempusdei.id), Paul Maku Goru (kitakatolik.com), Daniel Tanamal (RPKFM 96.3), Antonius Natan (terangindonesia.id), dan Roy Agusta (chronosdaily.com). “Pelatihan ini melalui aplikasi zoom dan dikemas dalam 4 kali pertemuan dan pendampingan melalui whatsapp group tanpa batas waktu,” demikian menurut Emanuel Dapa Loka yang menjadi koordinator pelatihan jurnalistik ini. Sesi pelatihan ini, menurut Emanuel Dapa Loka, akan beriringan 2 hal. “Yaitu menulis membuat suatu materi yang akan diaplikasikan ke audio visual. Tulisan menjadi bahan dasar yang akan dielngkapi  dengan gambar dan suara.”

Narasumber pertama Daniel Tanamal mengambil judul Bagaimana menjadi Youtuber, menjelaskan tahapan-tahapan awal membuka akun di gmail kemudian terkoneksi dengan akun Youtube. Sebelum sesi ini ditutup, Jemima FY Wensia menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa Aquila Ministry telah memiliki portal web berita yang sudah bisa diakses yaitu aquilanews. “Selain memuat berita, juga ada renungan harian dan informasi paket tour yang dikelola oleh Aquila Ministry. “Semua peserta boleh menjadikan portal web ini sebagai sarana latihan untuk mengirimkan tulisan maupun publikasi masing-masing youtube channel.” [chronosdaily]

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*