Bela Negara: Dandim 1709/Yawa Papua Bekali Wawasan Kebangsaan

Papua, citynews.id – Bela Negara, dalam rangka mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan memiliki inovasi guna kemajuan bangsa dan negara, Komandan Kodim (Dandim) 1709/Yapen Waropen (Yawa) Letkol Inf Leon Pangaribuan, S.H., memberikan pembekalan materi Pendidikan Bela Negara kepada mahasiswa baru Program studi Diploma III Keperawatan Kepulauan Yapen Provinsi Papua.

Dalam keterangan tertulis Kodim 1709/Yawa, Kamis (22/7/2021), kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian RI Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Politehnik Kesehatan Kemenkes Jayapura ini, merupakan rangkaian dari pengenalan kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diikuti oleh 43 orang mahasiswa baru.

Bela Negara merupakan bentuk cinta kepada NKRI

Pada kesempatan ini Dandim menjelaskan tentang Bela Negara yang merupakan sikap dan perilaku warga negara, yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Baca Juga: Presiden Dorong Penguatan Sinergi TNI-Polri dengan Komponen Bangsa untuk Kemajuan Bangsa

“Didalamnya, terdapat lima nilai dasar yang terkandung di dalamnya, yakni cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, menyakini Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal Bela Negara,” terangnya.

 

Baca Juga: Presiden: Butuh Kepemimpinan yang Kuat di Lapangan untuk Hadapi Pandemi Ini

Dandim juga menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan sangat penting bagi mahasiswa baru, agar dapat mengerti tentang sejarah, silsilah dan adat budaya yang ada di negara Indonesia. Sehingga, ke depannya bisa menjaga dan meneruskan serta memelihara nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah atau perjuangan bangsa Indonesia. Kesadaran itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan syarat-syarat tentang pembelaan yang diatur dengan undang-undang.

READ  Pemerintah Gandeng 23 Merek Favorit untuk Pulihkan Ekonomi Nasional

Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. Dalam pelaksanaannya, seseorang bisa membela negara baik secara fisik maupun non-fisik. Bela negara secara fisik bisa dengan cara perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap kedaulatan bangsa. Sementara itu, bela negara secara non-fisik diartikan sebagai semua usaha untuk menjaga bangsa serta kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme.

“Melalui pembekalan wawasan kebangsaan ini kita berharap agar mahasiswa merasa memiliki dan terpanggil untuk bela negara, serta terbentuk karakter pribadi dirinya untuk mengabdikan diri terhadap bangsa dan negara melalui keperawatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. [Dispenad]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*