BOR RS Pasien Covid 19 di Jabar Turun ke 75,16 Persen

Ridwan Kamil

Bandung, citynews.id — BOR (Bed Occupancy Rate) atau Tingkat keterisian tempat tidur atau rumah sakit untuk pasien COVID-19 di Jawa Barat kembali turun. Saat ini BOR RS untuk pasien COVID-19 di Jabar berada di angka 75 persen. Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Jumat, 23 Juli 2021. Ia menyebut BOR turun ke angka 75,16 persen setelah sempat menyentuh angka 90,6 persen pada 4 Juli 2021 lalu. “Hari ini sudah turun menjadi 75,16 persen. Sehingga berita cerita tenda-tenda darurat BNPB seperti di Kota Bekasi itu perlahan sudah mulai akan dibongkar,” ujar Ridwan Kamil.

Baca Juga: Penanganan Covid-19 Perlu Dukungan Seluruh Elemen

Pada 4 Juli 2021 BOR di Jabar sempat menyentuh 90,69 persen, tetapi dengan berbagai upaya yang dilakukan, BOR trennya terus menurun. Ridwan Kamil mengatakan, telah melaporkan hal tersebut kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam rapat pennanganan COVID-19 di Jabar secara virtual dari Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung. Adapun berbagai upaya yang dilakukan untuk mengurangi BOR seperti memperbanyak ruang isolasi terpusat termasuk di desa/kelurahan. Kemudian menaikkan kapasitas tempat tidur. Lalu menyiapkan hotel-hotel, apartemen untuk pusat pemulihan pascarawat. “Jadi, di hulunya kita tahan di pusat isolasi desa, di akhirnya kita pindahkan ke pusat pemulihan,” kata pria yang kerap disapa Kang Emil.

Kasus Harian Covid Masih Tinggi

Mengenai kasus harian, Ridwan Kamil mengakui masih cukup tinggi meskipun angkanya terus turun. Secara total, angka kasus aktif COVID-19 di Jabar mencapai 123.000 dan mayoritas melakukan isolasi mandiri di rumah. “Secara umum, kasus aktif kita 123.000 ini mayoritas pasien COVID-19 di Jabar ada di rumah-rumah dalam bentuk isoman. Yang sembuh 405.000 meninggal kurang lebih total 7.611,” kata Ridwan Kamil.

READ  Pandemi Belum Berakhir, Kemen PPPA Ingatkan Protokol Kesehatan Keluarga

Ridwan Kamil menjelaskan, naiknya kasus aktif di Jawa Barat bermula saat libur idul fitri serta adanya varian COVID-19 delta yang semakin membuat angka kasus tinggi. Sebelum Iulfitri, angka BOR Jawa Barat berada di bawah 30 persen, begitu pun dengan kasus aktif COVID-19 pun masih berada di bawah rata-rata nasional. “Varian delta COVID-19 tidak bisa dibatasi dengan batasan administrasi sehingga isu naiknya tidak hanya di Jawa Barat tapi di Jawa dan Bali,” kata Ridwan Kamil.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*