Doa Kebangsaan Gantikan Sebar Apem Yaqowiyyu di Jawa Tengah

Doa Kebangsaan

Klaten, Jawa Tengah, Citynews.id – Perayaan tradisional Yaqowiyyu Jatinom 2021 akan digelar sangat sederhana di tengah pandemi. Acara sebar apem ditiadakan, digantikan dengan doa kebangsaan bersama tokoh agama.

Informasi itu disampaikan Camat Jatinom Wahyuni Sri Rahayu saat memimpin Rapat Persiapan Tradisi Yaqowiyyu, di aula gedung Chandra Kirana Jatinom, Kamis (9/9/2021). Rapat dikuti jajaran Forkompinca, Pengelola Pelestarian Peninggalan Ki Ageng Gribig (P3KAG), kepala desa dan sejumlah tokoh masyarakat.

Baca Juga: Wagub Sulteng Ikuti Peringatan HAORNAS XXXVIII Tahun 2021

“Seperti tahun (2020) lalu, tradisi Yaqowiyyu 2021 akan dilaksanakan sangat sederhana. Tidak ada sebar apem dengan kerumunan massa. Kami selaku Satgas Covid-19 Tingkat Kecamatan Jatinom, tetap menggunakan standar penerapan PPKM level 4. Walaupun Klaten saat ini statusnya PPKM lewel 3 tapi secara prinsip, kami harus tetap waspada menghindari segala kemungkinan penularan kasus. Maka, setiap acara harus tetap mengutamakan protokol kesehatan secara ketat. Jangan sampai terjadi klaster Yaqowiyu,” terangnya.

Persiapan Acara Yaqowiyu Terus Dimatangkan

Terkait kesiapan dan rencana kegiatan, pejabat yang akrab disapa Camat Dayu itu mengatakan rencana yaqowiyu masih terus dimatangkan, termasuk audiensi dengan jajaran Pemkab Klaten.

“Hal teknis seperti penerapan protokol kesehatan dan tindak lanjutnya masih kita bicarakan. Termasuk, penyikapan jika ada tamu yang reaktif. Maka tim nakes dari puskesmas tetap kami persiapkan untuk prokesnya, seperti bukti vaksin dan uji swab antigen,” tambahnya.

Baca Juga: Menko Luhut Tinjau PT Etana Biotechnologies Dukung Pengembangan Vaksin Dalam Negeri

Panitia dari Pengurus Pengelola Peninggalan Ki Ageng Gribig atau P3KAG Jatinom, Wisnu Satata menjelaskan, pihaknya menyusun rangkaian yaqowiyyu dengan menekankan doa kebangsaan yang dilakukan bersama untuk keselamatan bangsa dan negara.

READ  Pemkot Semarang Akan Pasang Alat Pendingin Otomatis di Traffic Light

Ditambahkan, acara akan dibuka dengan tahlil dan dzikir pada 16 September 2021. Ada acara semaan (menyimak pembacaan Alquran), serah tinampi apem panjang ilang pada 22 dan 23 September 2021, sebelum acara puncaknya pada 24 September 2021. Para ulama dan tamu VVIP akan dipusatkan di Masjid Alit, dan masyarakat salat Jumat di Masjid Gede.

“Setelah Masjid Gede disterilkan, baru tamu VVIP bergeser ke sana. Jumlah undangan sangat dibatasi. Acara yaqowiyu tahun ini lebih mengedepankan doa untuk bangsa berbarengan haul Ki Ageng Gribig,” pungkasnya. [PemprovJateng]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*