Gencarkan Vaksinasi, Gibran Berharap Sektor Pariwisata Segera Pulih

Gencarkan

Jakarta, Citynews.idGencarkan vaksinasi Covid-19, Gibran berharap sektor pariwisata segera pulih dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat

Pemerintah Kota Surakarta terus gencarkan vaksinasi Covid-19, meski capaian vaksinasinya telah melampaui 100 % dari target sasaran.

Hal itu disampaikan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Senin (20/9/2021), Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming berharap dengan menggencarkan vaksinasi, diharapkan dapat membuka kembali sektor pariwisata di Kota Surakarta. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga: Dukung Pemerataan Ekonomi Kawasan Bali Utara, Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan Jalan Pintas Mengwitani-Singaraja

Ditambahkan, vaksinasi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, dilakukan secara berkelanjutan pada 20 September – 6 Oktober 2021, dengan kuota 1.000 orang per hari. Vaksin yang diberikan Sinovac, dan terbuka untuk umum, tanpa KTP domisili dengan usia minimal 12 tahun.

“Terima kasih sekali hari ini ada serbuan vaksinasi di Keraton Surakarta. Peserta vaksinasinya penduduk Kota Solo dan juga sekitar Solo. Saya lihat ada beberapa abdi dalem juga yang sedang divaksin. Ini harapannya tempat-tempat, terutama tempat pariwisata di Kota Solo ini segera pulih, bisa dibuka kembali, tentu dengan prokes yang ketat. Dan tentunya dengan adanya serbuan vaksin ini dapat mempercepat capaian vaksinasi di Kota Solo, kita akan terus gencarkan,” ucap Gibran.

Digitalisasi Pembayaran

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming juga mendorong pedagang maupun UMKM agar memanfaatkan teknologi, termasuk digitalisasi pembayaran. Bahkan, dia melakukan uji coba transaksi dengan menggunakan pembayaran nontunai.

Seperti yang ditunjukkan saat Gibran berbelanja batik di beberapa gerai batik di Kampung Batik Laweyan, Solo, seusai menghadiri acara Akselerasi Digitalisasi Pembayaran Terkini Menggunakan QRIS (Adipati QRIS), dalam rangkaian Solo Great Sale 2021.

READ  Wali Kota Malang Dukung Gerakan 1.000 Startup Digital

Gibran melakukan pembayaran melalui fitur QRIS tanpa tatap muka (TTM). QRIS TTM memungkinkan pembeli maupun penjual bertransaksi melalui pemindaian gambar QRIS yang telah tersimpan pada galeri gawai, tanpa harus bertemu secara langsung.

Ia menuturkan, gerai-gerai batik di Kampung Batik Laweyan saat ini sudah mendukung pembayaran secara nontunai melalui QRIS.

“Ini menjadi salah satu pra-event sebelum SGS. Kita berbelanja di toko batik di sini, sudah bisa melakukan pembayaran secara cashless,” ujar Gibran.

Gibran berharap, melalui gelaran SGS pariwisata di Solo dapat kembali bangkit dan mempercepat pemulihan ekonomi.

Baca Juga: Perpres Ponpes Diteken Presiden, Jawa Tengah Segera Rumuskan Perda

“Harapannya nanti pasca-PPKM, pariwisata di Kampung Batik Laweyan dan Kauman bisa bangkit lagi. Capaian vaksin di Solo sudah 104 persen, waktunya kita gas lagi agar pariwisata di Solo bisa kembali bangkit. Saya sangat optimistis Oktober nanti kita dapat melakukan percepatan pemulihan ekonomi,” katanya.

Gibran menambahkan Adipati QRIS merupakan media sosialisasi digitalisasi pembayaran, yang akan membawa kemudahan bagi masyarakat khususnya pelaku UMKM.

“Nanti tujuannya semua akan serba digital, mulai dari transaksi, promosi. Pokoknya semua nanti serba digital. Kalau kita tidak melakukan sosialisasi kita akan ketinggalan. Sebenarnya pembayaran secara cashless itu sangat memudahkan dan akan langsung cair pada hari yang sama,”pungkasnya. [PemprovJateng]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*