Ketua Umum PBNU: Jangan Sampai Bangkitkan Kelompok Radikal di RI

Ketua

Jakarta, Citynews.id Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak seluruh umat Islam dan Nahdliyin agar kemenangan Taliban yang berhasil Afghanistan tidak sampai membangkitkan kembali gerakan kelompok radikal di Republik Indonesia (RI).

“Yang harus kita waspada dan jaga, jangan sampai kemenangan Taliban ini membangkitkan lagi, memberikan motivasi kepada kelompok radikal di dalam negeri kita, dengan mencontoh kemenangan Taliban, sehingga mereka bergerak lagi untuk meraih kemenangan dengan dalih jihad fii sabilillah. Ini kan memaknai jihad dengan sempit,” kata Kiai Said, Senin (23/8) lalu.

Baca Juga: Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2021

Padahal menurutnya, jihad bukan hanya perang. Segala sesuatu yang diupayakan untuk mewujudkan kebaikan, juga bisa disebut sebagai jihad. Di antaranya memperjuangkan keadilan, kesejahteraan ekonomi, dan pendidikan masyarakat.

“Kalau dalam bahasa arab itu ada jihad tsaqafi, jihad hadhari, jihad iqtishadi, jihad madani. Terakhir memang ada jihad qitali (perang), tetapi bukan hanya itu (perang). Jihad perang itu kalau lagi perang. Kalau dalam keadaan damai ya jangan perang. Jihadnya membangun masyarakat, kesejahteraan, keadilan, pendidikan, kecerdasan, persatuan, itu semua termasuk jihad,” terang Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan itu.

Kiai Said kembali menegaskan agar berbagai provokasi yang didasari karena kemenangan Taliban di Afghanistan harus segera diwaspadai. Provokasi yang dikhawatirkan Kiai Said, antara lain anggapan bahwa Allah telah memberikan kemenangan bagi Taliban di Afghanistan, maka pasti Allah akan memberikan kemenangan yang sama di Indonesia.

Baca Juga: PAPEDA siap beri bantuan kredit Bagi UMKM di Bumi Cenderawasih

“Provokasi seperti itu yang harus diwaspadai. Sekali lagi, yang kita khawatirkan atau yang kita waspadai, jangan sampai kemenangan Taliban mempengaruhi kepada kelompok radikal di Indonesia ini. Membangkitkan kembali semangat jihad dan meraih kemenangan,” ujarnya.

READ  Presiden Diskusikan Pembangunan Ibu Kota Baru dengan Sejumlah Perwakilan Asosiasi Profesi

Peran Tokoh Agama

Menurut Kiai Said, peran tokoh agama sangat penting dalam rangka meredam berbagai provokasi yang berpotensi akan muncul karena kemenangan Taliban di Afghanistan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa NU akan selalu berada dalam garis perjuangan NKRI.

“Sering saya katakan, menghormati pemerintah dan presiden yang sah, termasuk ajaran Islam. Tapi melakukan kritik, boleh. Namanya kritik kan untuk memperbaiki. Tetapi menghina presiden dan pemerintah yang sah, itu bertentangan dengan ajaran Islam. Itu NU seperti itu. Maka Ketua NU boleh berganti, tetapi sejak 1926 prinsip NU tidak pernah berubah,” tutur kiai kelahiran Cirebon, Jawa Barat, 68 tahun lalu itu. [PBNU]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*