Ketua Umum PGI Mengikuti Pertemuan Presiden dengan Para Tokoh Agama

Ketua Umum PGI

Jakarta, Citynews.id – Ketua Umum PGI mengikuti pertemuan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan para Tokoh Agama. Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan perkembangan pengendalian vaksin dihadapan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Istana Negara, Jakarta pada Senin (30/8). Sejulah tokoh agama yang hadir antara lain, Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, Ketua Umum NU KH Aqil Siradj, Sekretaris Umum PP Muhammadyah  Abdul Mukti, Ketua Presidium KWI Mgr. Ignatius Suharyo, dan perwakilan agama serta tokoh masyarakat lainnya.

Baca Juga: Saat Wapres Dengarkan Keluhan Petani Sawit

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Pdt. Gomar Gultom, MTh. merupakah salah satu tokoh agama yang diundang ke Istana Negara, menuliskan laporan pertemuan tersebut. Berikut ini tulisan lengkap Pdt Gomar Gultom MTh. :

Pasang Surut Kurva Epidemiologis

“Kita menghadapi situasi yang tidak mudah kini”, demikian Presiden RI, Bapak Joko Widodo, mengawali pertemuan dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat, siang tadi, Senin (30/08), di Istana Negara. “Hampir semua negara di dunia kini mengalami hal sama dalam menghadapi pandemi dan masalah ekonomi”, lanjut Presiden yang didampingi oleh Mensesneg, Pratikno, dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

Lebih lanjut Presiden menggambarkan pasang surut kurva epidemiologis pada kurun kuartal pertama dan kedua 2021 ini, dimana pertambahan kasus positif harian sempat mencapai 56.757 pada 15 Juli 2021. “Ini terjadi paska mudik 2021 dan adanya varian baru”, lanjut Presiden. Padahal di bulan Mei, sudah turun melandai hingga 2.622 per hari (14 Mei 2021) dari yang sebelumnya 12.864 per hari (1 Februari).

Baca Juga: Vaksin AstraZeneca Sebanyak 500 Ribu Dosis Tiba di Tanah Air

READ  Menuju Pemilihan Ketua Umum Kadin, Anggota Minta Arsjad Rasjid Solidkan Kadin

Terhadap kenaikan yang begitu signifikan di Juli tersebut, Presiden mengatakan, “Menurut para ahli epidemiolog, bisa tembus ke angka 80.000 kasus baru per hari, kalau tidak ada penanganan yang serius. Dan kita patut bersyukur karena angkanya terus menurun, hingga 7.427 per 29 Agustus. Dengan ini kita berharap perekonomian akan naik”

Presiden juga mensyukuri, sekalipun Indonesia menduduki posisi keempat negara dengan jumlah penduduk terbesar, tetapi Indonesia tidak termasuk di 10 peringkat negara di dunia berdasar total kasus positif covid-19. Presiden juga membandingkan menurunnya kasus harian di Indonesia saat ini di angka 7.427 dengan Amerika (81.000), India (43.000), Inggris (33.000), dan tiga negara Asia: Malaysia (20.579), Filipina (18.528) dan Thailand (16.526). [Citynews.id]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*