KrisSahat Simanungkalit : Jadilah Oposisi yang Elegan, Bukan Oposisi Gelap Mata

Krissahat Simanungkalit

Jakarta, citynews.id – Partai Demokrat (PD) versi AHY diketahui menggandeng 13 kuasa hukum, yang di antaranya ada nama Bambang Widjojanto (BW), dalam gugatan perlawanan hukum terkait pelaksanaan KLB Deli Serdang.
Menukil laman Chronosdaily, KrisSahat Simanungkalit sebagai Kadiv Sospolham Sinergi Nawacita Indonesia menyebutkan,  dengan menarik-narik Istana apalagi Jokowi sebagai Kepala Pemerintahan ke dalam prahara Partai Demokrat justru merupakan kebrutalan liar dari seorang Bambang Widjojanto. “Ini bukan saja brutal tapi sudah lebih kepada sikap gelap mata dan membabi buta”

Menurut KrisSahat, konflik yang terjadi di Partai Demokrat adalah persoalan internal partai. Kalaupun melibatkan orang luar, tetap merupakan konflik internal. “Padahal Moeldoko sudah menyatakan dengan tegas dan jelas bahwa urusan KLB adalah urusan pribadinya sendiri dan tidak perlu membawa-bawa nama Presiden”.

Bagi KrisSahat, Tidak ada sama sekali kaitan urusan Moeldoko sebagai pribadi dengan kesibukan Presiden Jokowi yang disibukkan dengan kerja pembangunan. “SNCI mengritik keras pernyataan Bambang Widjojanto ini. Posisinya sebagai pengawal pembangunan Nawacita menempatkan SNCI berada di garis paling depan untuk menghadapi upaya-upaya penggiringan opini yang mendiskreditkan kinerja positif Presiden Jokowi”.

Diharapkan Bambang Widjojanto agar tidak lagi membuat pernyataan tendensius yang menggiring opini negatif terhadap Presiden terkait dengan KLB Partai Demokrat.

Krissahat Simanungkalit sebagai Kadiv Sospolham Sinergi Nawacita Indonesia menganjurkan agar semua pihak mengedepankan azas praduga tak bersalah, dan tidak dengan mudah mengaitkan semua peristiwa politik dengan keterlibatan lembaga Presiden. “Jadilah oposisi yang elegan, bukan oposisi gelap mata. Sangat kebablasan ketika proses hukum sedang berjalan kemudian membangun penyesatan opini.” [Chronosdaily]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*