Mata Air Belanda dan Wisata di Pantai Ora, Maluku Tengah

Pantai Ora

Seram, citynews.id – Ternyata Indonesia memiliki keindahan alam luar biasa yang masih tersembungi dan belum diketahui turis lokal. Sebetulnya Pantai Ora sudah dikenal hingga mancanegara. Biasanya turis lokal merencanakan perjalanan wisata dengan prisnisp ekonomis. Datang ke suatu tempat, langsung bisa mengunjungi 6-8 titik wisata dalam satu hari.

Berbeda dengan perilaku turis mancanegara, bahkan ada yang sudah merencanakan kunjungan setahun sebelumnya hanya untuk satu tujuan wisata dan menikmatinya selama 7-10 hari. Mereka ingin merasakan atmosfir berbeda dan menikmatinya dengan penuh totalitas.

Melakukan wisata ke pantai Ora di Maluku Tengah memang butuh waktu khusus, setidaknya setengah hari akan habis di perjalanan. Bila berada di Pulau Jawa, pilihlah penerbangan direct flight ke kota Ambon. Dari bandara Pattimura menuju pelabuhan Tulehu untuk menyeberang ke pelabuhan Amahai di pulau Seram.

Dari pelabuhan Amahai, masih perlu ke desa Saleman. Sampai disini perjalanan belum selesai. Nah, dari desa Saleman inilah perjalanan terakhir menggunakan perahu sebelum tiba di destinasi utama, yaitu pantai Ora. Jika dikalkulasi, total perjalanan darat, laut, dan udara menuju pantai Ora bisa memakan waktu 10-12 jam termasuk selang istirahat 1 jam. Wah, betul-betul melelahkan. Hanya petualang yang bisa menikmati perjalanan ini.

Pantai Ora memiliki pasir putih yang sangat lembut dan indah untuk dipandang. Pantainya yang menjorok ke lautan dangkal, berisi ratusan ribu terumbu karang dan ikan-ikan berenang dapat terlihat dari atas permukaan seakan menyapa dan memamerkan ragam warna.

Keindahan Pantai Ora seakan menghapus penatnya rutinitas dan hiruk-pikuk keramaian kota besar dan memberikan ketenangan dan kenyamanan.

Udara yang bersih dan keindahan perbukitan, sejak pagi hingga senja menjulang sangat memanjakan. Belum lagi keindahan alam bawah lautnya yang eksotis, bagi penggemar snorkeling atau diving  dapat memuaskan keseharian di laut dangkal dengan kedalaman 2 meter.

READ  Hadiri Solo Menari 2021, Walikota Surakarta Tetap Ingin Berikan Ruang bagi Budayawan Solo

Membayangkan perjalanan panjang, sangat rugi kalau berada disini hanya untuk 2-3 hari saja. Wisata sekitar yang terkoneksi antara lain mengunjungi goa yang berada di sekitar kawasan Pantai Ora, mengunjungi Taman Nasional Manusela yang indah dan asri, atau pergi ke Mata Air Belanda yang menyegarkan.  Sebutan untuk Mata Air Belanda adalah pertemuan aliran mata air dari Hutan Manusela dengan laut. Nama  diambil karena memang dahulu banyak tentara Belanda mandi di sumber mata air tersebut.

Kawasan Pantai Ora terdiri dari pulau-pulau sekitar yang biasa disebut Island Hopping. Mengitari pulau-pulau seperti Pulau Raja, Pulau Sawai, Pulau Tujuh, Pulau Kelelawar, Pulau Tengah, dan Pulau Sapalewa, dalam jeda waktu kurang dari satu jam.

Dan jangan lupa mencicipi makanan khas setempat, yaitu mie sagu. Untuk penginapan sebaiknya memesan secara online lebih dulu, mengingat terbatasnya tempat penginapan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*