Mendikbudristek: PTM Terbatas Cegah Memudarnya Capaian Belajar Anak

Mendikbudristek

Jakarta, Citynews.idMendikbudristek berpendapat bahwa PTM Terbatas dilakukan untuk mencegah semakin memudarnya capaian belajar dan menjaga kesehatan jiwa anak

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim kembali menegaskan potensi memudarnya capaian belajar (learning loss) dan memburuknya kesehatan psikis anak-anak Indonesia akan semakin besar jika pembelajaran jarak jauh (PJJ) terus berlangsung.

Baca Juga: Geser Tuan Rumah, DKI Jakarta Pimpin Sementara Klasemen Perolehan Medali PON XX Papua

Untuk itu, pemerintah terus mendorong terselenggaranya pembelajaran tatap muka (PTM) yerbatas dengan protokol kesehatan yang ketat dan strategi pengendalian COVID-19 di sekolah. “[Anak-anak] kemungkinan besar kehilangan antara 0,8 sampai 1,2 tahun pembelajaran. Jadi seolah-olah satu generasi kehilangan hampir setahun pembelajaran di masa ini,” ungkap Nadiem.

Nadiem Anwar Makarim menambahkan, banyak anak-anak yang terdampak kesehatan jiwanya akibat pandemi. “Banyak anak-anak kita yang kesepian dan trauma dengan situasi ini. Begitu juga dengan orang tuanya,” katanya menambahkan.

Mendikbudristek memaparkan, sejak 2020 pihaknya terus melakukan advokasi ke berbagai daerah yang telah dapat menggelar PTM terbatas untuk segera menyelenggarakan dengan persiapan yang matang dan sistem pengendalian yang baik. “Sudah 40 persen sekolah mulai tatap muka terbatas, tapi ini angkanya masih kecil. Kalau tidak mau makin ketinggalan, kita harus tatap muka dengan protokol kesehatan teraman yang bisa kita lakukan,” terangnya.

Baca Juga: Indonesia Siap Bersaing untuk Ekspor Listrik Terbesar di Kawasan Asia Tenggara

Nadiem menyampaikan bahwa sekolah wajib memahami dan menaati panduan PTM terbatas yang tertuang di dalam Keputusan Bersama (SKB) Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 dan diperlukan kerjasama semua pihak.

READ  Gubernur Olly Bersama Forkopimda Dampingi Menteri KP Kunjungi Miangas

“Kita harus terus waspada akan penyebaran COVID-19 dan memastikan protokol kesehatan tetap terjaga. Namun, kita juga harus memerhatikan dampak permanen PJJ yang mengkhawatirkan. Kebutuhan PTM sangat besar dan ini harus dimengerti. Sebanyak 80-85 persen murid-murid ingin kembali ke sekolah kembali tatap muka,” tandasnya.  [Kemendikbudristek]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*