Peluang Pasar Besar, Pemerintah Bangun Ekosistem Industri Game Nasional

Peluang Pasar

Jakarta, Kominfo – Melihat peluang pasar yang sangat besar maka Pemerintah mendorong pengembangan industri game (gim) dalam negeri agar bisa lebih berdaya saing di kancah saing global. Langkah strategis ini perlu dibangun ekosistem industri yang baik melalui penguatan rantai nilai (value chain) dan pengoptimalan potensi yang ada di tanah air.

“Dengan memperhatikan rantai nilai industri, akan menghasilkan sebuah ekosistem yang terintegrasi dan menyeluruh,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier dalam Webinar Bangga Game Buatan Indonesia, dari Jakarta, Selasa (03/08/2021).

Baca Juga: Kenapa Pasar Gaming Asia Tenggara Menjadi Semakin Penting?

Dirjen ILMATE menjelaskan, pihaknya telah berupaya untuk menguatakan rantai nilai di industri konten yang melibatkan beberapa sektor pendukung, antara lain industri komik, animasi, film, gim, musik, dan mainan. Kemenperin juga proaktif berkoordinasi dengan kementerian terkait, BUMN, dan pihak swasta.

“Dalam membangun ekosistem industri konten yang baik, dibutuhkan kolaborasi dan interaksi antar-sektor. “Industri berbasis Intellectual Property (IP) dapat saling berkolaborasi dalam pengembangan produk dan IP dengan dukungan investasi baik dari pihak pemerintah maupun swasta,” tuturnya.

Taufiek optimistis, dengan terbentuknya ekosistem industri konten yang baik, industri gim sebagai salah satu komponen pendukung di dalamnya juga akan turut tumbuh dan berkembang dengan baik. “Apalagi, ada beberapa potensi yang dimiliki oleh Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Newzoo pada tahun 2016-2019, revenue industri gim di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2019, Indonesia memperoleh pendapatan sebesar USD1,084 miliar dari industri gim dan eSports.

Pasar Industri Terbesar di Asia Tenggara

“Dengan capaian tersebut, saat ini Indonesia merupakan pasar industri gim terbesar di Asia Tenggara dan menduduki peringkat ke -17 dunia. Tercatat pula terdapat 52 juta penduduk Indonesia yang merupakan gamer,” ungkapnya.

READ  Bantuan Tunai 2021, Presiden: Disalurkan Langsung Tanpa Potongan Apapun

Menurut Taufiek, dengan potensi pasar yang begitu besar di Indonesia, pihaknya mendorong para pengembang gim dalam negeri untuk mengoptimalkan peluang yang ada saat ini. “Sebab, di tahun 2020, pasar game Indonesia baru dikuasai oleh industri lokal senilai 0,4%. Artinya, masih tinggi untuk peluang berusaha bagi para pengembang gim dalam negeri,” tegasnya.

Taufiek menambahkan, pada tahun 2016, perangkat yang paling digemari untuk memainkan gim masih didominasi oleh komputer, baik desktop maupun laptop, namun tren tersebut semakin berubah pada saat ini.

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Marine Fuel Oil (MFO) Jasa Layanan yang Siap Dibuka di Selat Sunda -
  2. Menko Polhukam, Dewan Pers dan Pemimpin Redaksi: Hindari Berita Sensasi -
  3. Gubernur Sulut: Ekonomi Sulut Terbang, Tertinggi Sejak Pandemi -

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*