Pemerintah Sebar Informasi Pasar Ekspor, Buka Peluang Untuk UKM

Pemerintah
Pekerja membuat sepatu untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor di rumah produksi Waris Shoes, Polehan, Malang, Jawa Timur, Senin (28/6/2021). Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan nilai ekspor alas kaki nasional pada tahun 2021 dapat tumbuh 10 persen yakni mencapai US 5,28 miliar dollar atau setara Rp76,22 triliun mengingat permintaan ekspor masih terus meningkat./ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Jakarta, citynews.id – Pemerintah berupaya mendorong peningkatan ekspor nonmigas Indonesia. Salah satunya melalui penyebaran informasi pasar ekspor (market brief) secara virtual oleh para perwakilan perdagangan (perwadag) di luar negeri. Kementerian Perdagangan menggelar Program Serial Seminar Web (webinar) dua kali dalam sepekan, yaitu setiap Selasa dan Kamis pukul 14.00 WIB. 

Pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM) dapat memanfaatkannya untuk melakukan konsultasi terkait peluang pasar ekspor.  Pada periode 27 Juli 2021 s.d. 23 Desember 2021, sebanyak 39 perwadag secara bergilir akan menyampaikan informasi hasil pengamatan pasar di negara akreditasi masing-masing tentang produk Indonesia yang diminati pasar internasional saat ini dan di masa mendatang. 

Baca Juga: Pendaftaran Upacara Virtual HUT ke-76 RI Resmi Diluncurkan

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengatakan, kegiatan webinar ini dilakukan untuk meningkatkan layanan informasi kepada pelaku usaha, terutama UKM) dalam membuka akses pasar di negara tujuan ekspor spesifik. Pada kesempatan tersebut, para pelaku usaha, khususnya kalangan eksportir pemula dan calon eksportir, dapat melakukan konsultasi secara langsung dengan para Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). 

Pemerintah Serius Majukan Pelaku UKM

“Pemerintah melalui Kemendag mendorong para pelaku UKM agar semakin memahami negara tujuan ekspor dan perkembangan terkini yang ada di sana. Perwakilan perdagangan akan menyampaikan hasil pengamatan dan peluang yang bisa untuk produk Indonesia. Dan, pelaku usaha dapat memanfaatkan kesempatan ini,” ungkap Didi di Jakarta, Jumat (30/07/2021). 

Menurut Didi meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir, aktivitas ekonomi Indonesia harus terus mendapat fasilitas agar segera pulih. Ekspor merupakan salah satu upaya percepatan pemulihan ekonomi, untuk itu webinar ini penting untuk mendukung peningkatan ekspor nonmigas. 

“Kami optimis kinerja ekspor Indonesia akan semakin menjanjikan. Hal ini menunjukkan adanya neraca perdagangan periode Juni 2021 yang surplus USD 1,32 miliar. Kami akan terus memfasilitasi para calon eksportir dan eksportir pemula melalui informasi peluang pasar, peningkatan kapasitas, pengembangan produk, dan dukungan lainnya. Kami juga menggencarkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung peningkatan ekspor,” terang Didi. 

READ  Jabar Bersatu Sukseskan Program Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*