Presiden Jokowi Ajak Umat Kristen Bantu Pemerintah Sukseskan Program Vaksinasi

Jakarta, citynews.id – Program vaksinasi covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah telah mulai dilaksanakan, dan diharapkan dalam selesai sebelum akhir tahun 2021. Pemerintah telah memesan 426 juta dosis vaksin dari 4 perusahaan dan negara yang berbeda, menyiapkan 30.000 vaksinator, 10.000 puskesmas, dan 3000 rumah sakit yang akan mendukung vaksinasi yang akan diberikan kepada kurang lebih 181,5 juta rakyat
Indonesia.

Terkait program tersebut, Presiden RI Jokowi mengajak seluruh umat Kristen dan jajaran PGI di manapun berada, untuk bersama-sama membantu pemerintah mensukseskan program vaksinasi, dengan ikut mengedukasi masyarakat, dan memberikan informasi yang benar bahwa vaksinasi akan menjadi salah satu jalan penting untuk kita bisa pulih dan bangkit dari pandemi.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutannya melalui rekaman video, saat membuka Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2021 pada Senin (25/1). Persidangan itu sendiri akan berlangsung hingga Selasa (26/1).

Selain vaksinasi, dalam sambutan itu, Presiden Jokowi juga menyinggung soal pemulihan ekonomi nasional, percepatan pemulihan dan kebangkitan ekonomi, yang terus diupayakan oleh pemerintah. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 372,3 trilyun untuk mendongkrak daya beli dan konsumsi masyarakat serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Dan di tahun 2021 Program Perlindungan Sosial tetap dilanjutkan. Demikian pula Program Kartu Sembako, Program Keluarga Harapan, Program Bantuan Sosial Tunai, program Kartu Pra Kerja dan Bantuan Langsung Tunai Desa.

Sementara itu, Mewakili MPH-PGI, Olly Dondokambey dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Presiden Jokowi yang telah membuka Sidang MPL-PGI 2021. Menurutnya, patut disyukuri kita telah melewati Tahun 2020 walau disertai banyak perobahan disain program, karena berbagai pembatasan akibat pandemi Covid-19, baik program pada sinode-sinode, maupun program PGI di aras nasional. “Semuanya ini kita pahami, sebagai bentuk dukungan dan upaya bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dan pulih dari pandemi,” ujar Ketua MPH-PGI ini.

READ  Tak Boleh Permisif Terhadap Aksi Terorisme, Dukung Penindakan Terukur dan Akuntabel

Lanjutnya, dalam tanggung jawab panggilan oikoumenis yang bersifat diakonia (pelayanan), koinonia (persekutuan), dan marturia (kesaksian), kita dapat berpartisipasi aktif dalam sidang ini, untuk mengevaluasi, mengusulkan dan menetapkan program ke depan, secara khusus yaitu sikap Gereja menghadapi Covid-19 dan peran bersama pemerintah yang telah berupaya keras dalam mengtasi problem pandemi Covid-19.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom dalam laporan umumnya menegaskan, pandemi ini memang luar biasa, dan olehnya tidak bisa kita hadapi dengan cara yang biasa saja. Sebab hingga saat ini, kurva epidemiologis belum menunjukkan trend menurun, malah sebaliknya.

Kondisi ini sangat memprihatinkan karena banyaknya korban jiwa serta dampak ikutan lainnya. “Di tengah keprihatinan tersebut, kita mensyukuri program vaksinasi yang sudah mulai berjalan. PGI mengapresiasi  para pemimpin gereja yang ikut divaksin pada tahap awal di berbagai wilayah, serta kesediaan para pelayan gereja ikut mengkampanyekan vaksinasi ini. Sebagai gereja, kita memiliki tanggung jawab untuk ikut mensukseskan program ini demi mempertahankan kehidupan,” katanya.

Lebih jauh Pdt. Gomar menjelaskan, perkembangan pelayanan gereja secara virtual yang terjadi, menunjukkan bahwa budaya digital ini bisa menolong kita menggapai hidup masyrakat yang berkelimpahan. Pandemi dan budaya digital ini mengajak kita untuk mengedepankan esensi kehidupan seraya melakuno hidup ini lebih substansial, dan menyadarkan kita betapa selama ini kita telah dibelenggu oleh ornament hidup yang tidak begitu signifikan esensinya.

Terkait persidangan yang dilaksanakan secara virtual, Pimpinan Sidang, Pdt. Lien Kuhuwael mengaku agak tegang karena untuk pertama kali memimpin sidang secara virtual. Meski demikian, dia berharap meski via zoom maupun youtube, pesidangan dapat berjalan lancar, dan serta berharap kesadaran para peserta untuk ikut aktif berpartisipasi, sehingga persidangan ini bisa maksimal, dan menghasilkan keputusan yang baik bagi gereja-gereja.

READ  Kampanye Anti Sampah Plastik di Kilang Pertamina Cilacap Diapresiasi KLHK RI

Sidang MPL-PGI 2021 mengusung tema 25-26 Januari 2021, dengan mengusung Tema: “Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir” (Wahyu 22:12-13) dan Subtema: “Bersama Seluruh Warga Bangsa, Gereja Memperkokoh NKRI yang Demokratis, Adil dan Sejahtera bagi Semua Ciptaan Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”. Persidangan juga mengangkat Pikiran Pokok: “Spiritualias Keugaharian: Memperkuat Solidaritas Kebangsaan, Mengadaptasi Pola Hidup Baru di Tengah Pandemi”. Mengacu pada pikiran pokok itu, konsentrasi persidangan bakal menyoroti pandemi Covid-19 dengan segala dampaknya, baik penanganan kesehatan maupun penanganan sosio-ekonomi, sosio-politik, dan lainnya. Juga menyangkut persoalan bencana alam, advokasi kerukunan dan toleransi, HAM dan keadilan agraria, hubungan Oikoumenis, serta isu-isu besar lainnya yang menjadi arah perencanaan dan pelayanan gereja.

Sidang MPL-PGI merupakan agenda rutin PGI yang dilaksanakan sekali setahun. Untuk tahun ini, persidangan sengaja dilaksanakan secara virtual dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid19. Tercatat sebanyak 228 orang akan mengikuti persidangan melalui zoom yang merupakan perwakilan dari 91 sinode gereja anggota PGI, PGIW, SAG, dan mitra.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*