Realisasi BPUM Capai 100 Persen, Pelaku Usaha Rasakan Manfaat

Jakarta, citynews.id – Realisasi program Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) hingga akhir tahun mencapai 100 persen. Bantuan yang disalurkan kepada 12 juta pelaku usaha mikro di masa pandemi COVID-19 banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebagian di antaranya bahkan berhasil bertahan hidup dengan menjalankan kembali kegiatan usaha. Inda Afriyani, penjual jus buah asal Palembang, Sumatera Selatan mengaku bantuan itu mengurangi beban dia untuk membeli sejumlah keperluan untuk usahanya seperti membeli dan mengangsur buah, cup sealer, blender, dan alat-alat penunjang usaha.

Bagi Inda, pandemi Covid-19 benar-benar menggerus pendapatannya dari berjualan jus buah. Jika biasanya bisa meraup Rp100.000-Rp150.000 per hari, namun setelah pandemi melanda pendapatan Inda pernah anjlok menjadi Rp50.000 per hari. “Saya bersyukur dengan adanya program BPUM, saya terima dana sejumlah Rp2,4 juta dan bisa terus melanjutkan usahanya,” ujar Inda.

Manfaat besar juga dirasakan oleh Warini, perempuan penjual dimsum asal Cikampek, Jawa Barat. Selama pandemi, penjualan dimsum Warini melalui aplikasi pesan WhatsApp dan media sosial Facebook tersendat dan hampir tak terjual. “Tapi dengan bantuan BPUM ini, saya membeli gerobak untuk melanjutkan usaha dimsum,” ungkap Warini.

Senada, M. Yusuf yang merupakan penjual aneka kue di Palembang bisa meneruskan usahanya setelah dapat bantuan dari BPUM. Yusuf menyampaikan, melalui BPUM, usahanya yang bisa menghasilkan omzet Rp800.000 per hari bisa kembali berjalan. Baik Yusuf, Warini, maupun Inda hanya secuil dari orang-orang yang beruntung bisa terpilih dalam program BPUM. Mereka pun berharap, program seperti ini bisa terus dilanjutkan Pemerintah sehingga kegiatan usaha masyarakat bisa berjalan dan memulihkan perekonomian Indonesia.

Pemerintah merancang BPUM sebagai program bantuan bagi para pelaku usaha mikro. Desain BPUM bukan dalam bentuk pinjaman karena pemerintah menyadari krisis yang dipicu oleh pandemi Covid-19 telah memukul dunia usaha, tak terkecuali para pelaku usaha mikro. “Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mereka untuk tetap bertahan di masa sulit ini, bahkan kalau perlu bisa berkembang menjadi lebih baik,” ujar Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP Edy Priyono di Jakarta, Rabu (6/1).

Menurut Edy, BPUM memang belum bisa menjangkau seluruh pelaku usaha mikro yang berjumlah sekitar 60 juta. Namun BPUM bukan satu-satunya skema bantuan untuk UMKM dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam jangka panjang usaha mikro perlu didorong untuk mengembangkan pasarnya, khususnya melalui pemanfaatan platform digital. “Platform digital di masa pandemi ternyata menjadi salah satu solusi dan juga berdampak positif dalam jangka panjang,” ujar Edy.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*