Semangat Kartini-Kartini di Tengah Pandemi

Menkeu Sri Mulyani/Antara

Jakarta, citynews.id – Saat ini bangsa Indonesia tengah berjuang untuk bangkit melawan pandemi Covid-19. Pada peringatan Hari Kartini tahun 2021 kali ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati  mendiskusikan tema peran dan kontribusi perempuan, dalam menghadapi berbagai tantangan dari pemulihan dan reformasi serta transformasi ekonomi, dalam kegiatan Kartini Pendobrak Perubahan – Kartini Game Changer. Covid-19 memberikan dampak terhadap ancaman kesehatan maupun sosial ekonomi masyarakat. Namun, pandemi memberikan dampak yang lebih berat bagi perempuan karena sebagian besar perempuan memiliki peran ganda, misalnya sebagai pekerja di luar rumah dan peran personal dalam rumah tangga.

Narasumber pada event hari kartini kali ini merupakan tokoh perempuan yang memiliki peran dan kontribusi terhadap pelaksanaan program kesehatan, perlindungan sosial, dan reformasi struktural (UU Cipta Kerja), sebagai game changer upaya Pemulihan Ekonomi Nasional. Mereka adalah Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Purbasari, Pengusaha Penerima Fasilitas PKE UKM LPEI Hj. Istikanah, Dokter Relawan Covid-19 dr. Aulia Giffarinnisa, serta Aktris dan Seniman Asri Welas.

Hari Kartini menjadi momen untuk merefleksikan perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah dimulai sejak masa hidup R.A. Kartini, untuk memperoleh akses pendidikan dan kesetaraan kedudukan dengan laki-laki. Saat ini, perjuangannya dapat memberikan kesempatan kepada perempuan Indonesia untuk dapat berperan aktif dalam setiap sendi kehidupan. “Bayangkan 100 tahun yang lalu, seorang perempuan melihat fenomena di keluarga, sosial dan negaranya,kemudian mampu menggerakkan untuk kemudian mengubah persepsi  bagaimana  kesetaraan bagi perempuan. Seluruh harapan dan pemikiran Kartini di dalam merumuskan sebuah tekad, bahwa perempuan perlu mendapatkan kesempatan di pendidikan. Dan itu bukan perjuangan untuk Kartini sendiri. Tapi beliau memikirkan perempuan-perempuan lainnya,” ungkap Menkeu.

Berbagai program kebijakan Pemerintah telah dirancang untuk memberdayakan perempuan, baik sebagai pelaku maupun penerima manfaat, dalam rangka peningkatan gender equality yang lebih baik sebagai faktor pembangkit. Di luar masa pandemi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendukung perempuan melalui alokasi anggaran yang responsif gender seperti program yang mendukung Keluarga Berencana (KB) melalui bantuan operasional ke fasilitas-fasilitas kesehatan, program peningkatan nutrisi ibu hamil-menyusui, hingga program Mekaar dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), di  mana banyak perempuan turun lapangan sebagai penopang ekonomi keluarga melalui usaha ultra mikro. Dalam kondisi ekonomi negara yang sedang sulit, perempuan dapat menjadi faktor pembangkit. Berbagai survei internasional menunjukan bahwa jika suatu negara bisa membuat gender equality menjadi lebih baik, maka dampaknya tidak hanya dalam skala rumah tangga, tetapi juga ekonomi negara.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah tukar pikiran keseharian sebagai perempuan, meneladani semangat kartini dan mampu memberikan gambaran, penjelasan, ajakan, semangat dan dorongan optimisme kepada publik untuk pulih bersama setelah pandemi. “Jangan pernah cari alasan untuk tidak berbuat, karena enggak usah dicari pasti selalu ada hinggap di hati. Itu concern selalu ada. Yang ada adalah selalu jadi Kartini, jadi game changer. selalu berikhtiar, menjadi pendobrak dan membawa perubahan. Selamat berjuang untuk Kartini-Kartini Indonesia masa kini, di mana pun anda berada. Satu langkah yang anda lakukan, seberapapun kecilnya adalah langkah kemenangan untuk semua perempuan di Indonesia,” ungkap Menkeu. [Kemenkeu]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*